Tuesday, October 03, 2006
Monday, January 23, 2006
CINTA SEBENING EMBUN
Pernahkah engkau mencuba meneka
apa yang tersembunyi di sudut hati
derita dimata derita dalam jiwa
kenapa tak engkau pedulikan
Sepasang kepadang terbang melambung
menukik bawa seberkas pelangi
gelora cinta
gelora dalam dada
kenapa tak pernah engkau hiraukan
Selama musim belum bergulir
masih ada waktu untuk saling membuka diri
sejauh batas pengertian
pintu tersibak cinta sebening embun
Kasihpun deras mengalir
cemerlang sebening embun
Pernahkah engkau cuba menerka
sorot mata dalam menyimpan rindu
sejuta impian sejuta harapan
kenapakah mesti engkau abaikan
Thursday, January 19, 2006
ASMARA SATU KETIKA
Ketika ku buka jendela
kegetiran datang menyergap
apakah kerana hembusan angin
bawa aroma rumput basah
Gemuruh air hujan
menumpas nyanyianku
tentang asmara yang sirna
terkubur dalam dada
Aku kembali terduduk diatas kebekuan bara HATI....
Ketika aku berjalan sendiri
menyusuri sungai berliku
apakah langkahaku bawa kehulu
ataukah ke muara....
Gemuruh suara hati
menikam kebisuan
ketika cintaku kandas
terkubur dalam jiwa
Aku kembali terduduk diatas kebekuan bara HATI.......
Ohhh malam dengarkan lah
syair dan nyanyianku
barangkali akan dapat menolongku
coba bawakan DIA
walau hanya lewat mimpi
Ohh kelam bicaralah
ohhhh demi semi cintaku
Wednesday, January 18, 2006
INCOMING CALL
phone ringing : my fav'rit song <>
hello <>
ini sapa ni <> nak cakap dengan tuan phone ni la.
tuan dia tu siapa <>
tergagap-gagap je suara dia.
Awak ni siapa <>
aaaaaaaaah sayaaaaaa .........putusssssssss
mamamia nak main sangat kononnnnnnnnnnnnya
L'bella notte
Aku tak pernah menghitung langkahku sendiri
Bermula dari kanan atau dari kiri
Kumpulan kumbang terbang telah
membuka pesta pora
Aku terselit diantara mereka
Aku merasa seperti telanjang disini
butir-butir peluhku deras mengalir
Musik bederak semakin keras
Kupastikan seluruh fikiran
Kuhitung langkahku satu demi satu
Berdansa disebuah pesta
Kukumpulkan kupacu segenap KEJANTANAN
Kulupakan siapa aku anak kampung
yang tumbuh dari air gunung
Betapa pun kucoba,
langkah selalu terbatas
menari diatas kerusi
keseimbangan tubuhku tak sanggup kujaga
hingar bingarnya lebih dapat kurasakan
Iblis manakah yang merasuk aku
memilih jalan ini
tapi dorongan jiwa tak sanggup kutahan.





